Senin, 17 Januari 2011

INVESTASI BALI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Bagian integral yang merupakan penjabaran dari pembangunan nasional adalah pembangunan daerah, yang dilaksanakan dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan yang disesuaikan dengan potensi, aspirasi dan permasalahan pembangunan di daerah. Pembangunan daerah adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional dan berlangsung terus menerus dan berkesinambungan yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan semua lapisan masyarakat. Keberhasilan pembangunan pada intinya ditentukan oleh berbagai faktor yang saling berkaitan yaitu :  sumber daya manusia, modal yang tersedia untuk keperluan produksi, sumber daya alam yang tersedia, tingkat teknologi yang ada, keadaan lingkungan sosial serta kebudayaan dalam masyarakat (Irawan dan Suparmoko, 1992:57-58).
Upaya peningkatan PDRB terus dilakukan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Bali, diantaranya dengan peningkatan investasi. Investasi pada hakekatnya merupakan langkah awal kegiatan pembangunan ekonomi. Dinamika penanaman modal mempengaruhi tinggi rendahnya pertumbuhan ekonomi, juga mencerminkan naik turunnya pembangunan ekonomi. Dalam upaya menumbuhkan perekonomian, setiap negara/daerah senantiasa berusaha menciptakan iklim yang dapat menggairahkan investasi.


Tabel 1.1 Nilai Investasi Per Kabupaten Tahun 1997-2006
Kabupaten/Kota
Nilai   Investasi
1997
1998
1999
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
Jembrana
143.140,91
153.290,46
162.811,73
170.926,32
173.466,10
205.523,47
210.945,29
218.520,31
252.121,64
301.652,20
Tabanan
215.965,90
225.275,95
234.565,41
247.313,61
252.663,57
306.832,95
315.750,49
329.512,16
382.678,10
461.563,84
Badung
557.571,33
577.951,25
610.329,30
638.644,93
664.628,57
795.765,74
820.121,61
862.349,82
995.715,99
1.192.457,55
Gianyar
314.356,23
324.726,29
339.412,85
357.297,86
372.724,52
444.978,33
457.510,74
480.248,91
568.265,64
701.325,99
Klungkung
101.352,23
116.342,29
120.666,48
127.560,42
130.135,51
155.877,28
160.109,74
166.716,66
197.961,65
245.361,92
Bangli
102.443,22
120.483,34
123.555,25
130.309,20
133.068,25
161.268,14
165.235,85
172.836,57
194.218,47
224.915,73
Karangasem
119.263,41
129.063,11
132.846,26
140.556,06
144.720,97
174.614,14
179.363,34
187.619,65
212.612,91
248.798,26
Buleleng
231.490,21
291.290,61
301.392,68
317.189,73
330.444,30
402.079,84
412.363,70
434.517,12
500.298,09
597.063,62
Denpasar
310.575,30
370.975,00
389.105,36
411.062,95
419.958,97
501.641,91
516.814,93
539.134,29
686.940,08
927.549,03
Sumber : Bappeda dan BPS Provinsi Bali, Tahun 2007  

Perbandingan investasi perkabupaten menggambarkan perbandingan nilai investasi tiap kabupaten. Pada tabel 1.1 menjelaskan nilai investasi paling besar terjadi pada Kabupaten Badung tiap tahunnya. Pada tahun 2006 nilai investasi di Kabupaten Badung sebesar Rp. 1.192.457,55 juta rupiah. Kabupaten Badung nilai investasinya paling tinggi yang disebabkan karena di Kabupaten Badung merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang banyak memiliki obyek–obyek wisata. Sehingga banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi.
 Pertumbuhan Investasi di Bali terlihat pada Tabel 1.2 dimana menunjukkan bahwa investasi yang dilaksanakan di provinsi Bali secara absolut dari tahun 1997-2006 cenderung mengalami kenaikan. Realisasi investasi tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 4.900.688,14 juta rupiah dan terendah terjadi pada tahun 1997 sebesar 2.096.154,74 juta rupiah. Sedangkan dilihat dari pertumbuhannya, investasi mengalami pertumbuhan positif tertinggi pada tahun 2004 sebesar 22,80 persen sedangkan investasi mengalami pertumbuhan positif terendah adalah tahun 2003 sebesar 2,85 persen.

Tabel 1.2  Pertumbuhan Investasi Provinsi Bali
Tahun 1997-2006

Tahun
Investasi
(Jutaan Rp)
Pertumbuhan
(%)
1997
2.096.154,74
-
1998
2.309.398,30
10,17
1999
2.414.685,32
4,56
2000
2.540.861,08
5,22
2001
2.621.810,76
3,19
2002
3.148.581,80
20,09
2003
3.238.215,69
2,85
2004
3.391.455,49
4,73
2005
3.990.812,57
17,67
2006
4.900.688,14
22,80
                            Sumber : BPS Provinsi Bali, Tahun 2007  

Pembangunan ekonomi suatu daerah pada hakekatnya adalah serangkaian usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Salah satu indikator yang biasanya digunakan untuk mengetahui kondisi perekonomian suatu wilayah adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). PDRB merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu wilayah dan periode tertentu. PDRB merupakan barometer dalam meletakkan landasan kebijakan ekonomi makro secara tepat dan terpadu. Sesuai dengan komitmen pembangunan daerah Bali bahwa semua sektor harus mampu berkembang dengan kekuatan sendiri, maka program kekuatan ekonomi didasarkan pada kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang potensial untuk meningkatkan produksi jasa (BPS : 1995:3).
Kondisi perekonomian Bali dapat dilihat dari perkembangan PDRB Daerah Bali menurut harga berlaku tahun 1997-2006 pada Tabel 1.3 menunjukkan bahwa PDRB Provinsi Bali secara absolut dari tahun 1997-2006 terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahunnya yang mencapai angka 37.388.484,90 juta rupiah pada tahun 2006. Dimana tingkat pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 1998 yang mencapai angka 36,66 persen, sedangkan pertumbuhan terendah terjadi pada tahun 1999 sebesar 7,43 persen.

Tabel 1.3 Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Bali
Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga
Berlaku Tahun 1997-2006

Tahun
PDRB
(Juta Rp)
Pertumbuhan
(%)
1997
9.897.407,34
-
1998
13.525.985,44
36,66
1999
14.530.977,09
7,43
2000
16.509.985,58
13,62
2001
18.975.166,63
14,93
2002
22.062.905,42
16,24
2003
24.033.316,30
8,93
2004
27.164.604,68
13,03
2005
33.946.467,53
25,00
2006
37.388.484,90
10,14
                 Sumber : Bappeda dan BPS Provinsi Bali, Tahun 2007  

Pada Tabel 1.4 menunjukkan perkembangan PDRB di Kabupaten Badung tahun 1997-2006. Dimana jumlah PDRB mengalami peningkatan dari 2.367.725,67 juta rupiah pada tahun 1997 mencapai 7.706.844,58 juta rupiah pada tahun 2006. Pertumbuhan PDRB mengalami flutuasi, pertumbuhan PDRB tertinggi terjadi pada tahun 2002 sebesar 21,74 persen dan pertumbuhan PDRB terendah tahun 1999 sebesar 7,52 persen.





Tabel 1.4  Produk Domestik Nasional Bruto Kabupaten
Badung Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar
Harga Berlaku Tahun 1997-2006

Tahun
PDRB
(Juta Rupiah)
Pertumbuhan (%)
1997
2.367.725,67
-
1998
2.820.588,02
19,12
1999
3.032.756,17
7,52
2000
3.433.683,38
13,22
2001
3.957.524,34
15,26
2002
4.818.028,87
21,74
2003
5.247.925,98
8,92
2004
5.891.231,65
12,26
2005
7.004.646,18
18,89
2006
7.706.844,58
10,02
Sumber : BPS Propinsi Bali 2007